Rabu, 23 Maret 2016

Status Anak Zina


Fatwa al-Allamah al-Habib Zain Ibn Ibrahim Ibn Smith
Pengasuh Ribath Madinah al-Munawwarah.

Dalam sebuah forum tanya jawab dengan beberapa ulama Pasuruan yang kemudian disusun oleh salah seorang murid beliau al-Sayyid al-Ustadz Segaf Ibn Hasan Baharun Pengasuh Pesantren Darullughah Waddakwah Raci Pasuruan. Al-Habib Zain ditanya:"jika ada seorang wanita yang dikumpuli sebelum nikah, lalu ternyata si wanita tersebut setelah itu terputus haidnya dan diduga ia hamil dari sebab hubungan badan itu, kemudian ia dinikahi oleh lelaki lain, bagaimanakah status anak tersebut? kepada siapakah nasab si anak itu dinisbatkan?

Al-Habib Zain menjawab:"Jika si wanita itu diketahui atau diyakini belum hamil sebelum ia dinikahi oleh si lelaki itu, kemudian ia melahirkan dari orang yang menikahinya, dan kelahiran itu terjadi setelah berlalunya (muddatil imkan) masa yang memungkinkan untuk hamil, yaitu enam bulan lebih sedikit walau sedetik, maka si anak bernasab kepada sang suami (orangyang menikahinya). Namun jika ia melahirkan sebelum melewati batas waktu diatas (enam bulan lebih sedikit) maka anak tersebut dihukumi sebagai anak hasil perzinaan. Sekali lagi hal ini jika telah jelas si wanita tersebut belum hamil sebelum dinikahi oleh si lelaki kedua yang menikahinya.

Adapun jika berdasar pemeriksaan dua orang dokter muslim yang terpercaya yang adil menunjukkan bahwa jelas si wanita itu telah hamil sebelum menikah maka anak itu dihukumi anak zina yang tidak bisa bernasab kepada sang ayah. Hasil pemeriksaan medis oleh dua orang dokter muslim dan adil dapat dijadikan i'timad (pedoman hukum). 

dikutip dari Cahaya Nabawi No.17 Th. II Mei 2004

Rabu, 12 Agustus 2015

Wabub Buka Bimbingan Manasik Haji Kabupaten Koti

Rabu, 12 Agustus 2015


Sampit (Inmas) Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali melaksanakan bimbingan manasik haji bagi calon jamaah haji (CJH) yang  akan berangkat ke tanah sucitahun ini.
Kegiatan itu dilaksanakan bekerjsama dengan Pemkab Kotim, dipusatkan di masjid Agung Wahyu Al Hadi Jl. Sudirman KM 3 Kota Sampit.
Bimbingan manasik dilaksanakan selama 6 hari, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kotim H.M.Taufiq Mukri SH, MM.
Dihadapan para peserta, wabub membacakan sambutan Bupati Kotim H Supian Hadi. Dijelaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah mental dan fisik. Karena itu kesehatan harus benar-benar diperhatikan dan dijaga demi kesempurnaan seluruh rangkaian ibadah.
“Di tanah suci cuaca dimungkinkan sangat extrim, kalau siang sangat panas dan jika malam bisa sangat dingin, serta kultur budaya yang berbeda maka saya berharap semua jamaah mempersiapkan sebaik-baiknya,termasuk dalam mengikuti kegiatan manasik ini,” ucapnya.
Diakhir sambutan, wabup mendoakan agar semoga semua ibadah calon jamaan haji diterima dan akan menjadi haji mabrur.
“Akhirnya saya berharap dan berdoa semoga ibadah jamaah haji tahun ini ssemuanya akan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya diamini seluruh peserta yang hadir.
Sementara Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hj Rabiatul Adawiyah, SAg melaporkan peserta yang mengikuti kegiatan pembukaan manasik haji sebanyak 131calon jamaah. Dijelaskan kegiatan manasik selanjutnya akan di fokuskan di Masjid Al Falah Jl. A Yani.
“Kegiatan selajutnya setelah pembukaan akan di pusatkan di Masjid Al Falah karena disana ada cukup ruangan untuk membagi peserta menjadi beberapa kelompok, dan ruangannya tidak terlalu luas,” imbuhnya.
Kegiatan pembukaan yang sempat tertunda hampir setengah jam ini ditutup doa yang dipimpin oleh H. Acil Saidi, BA (yon efendi)

Jangan Terkekang dengan Mesin Finger Print



Bimas Islam Kankemenag Kotim Bagikan Mesin Finger Print, Genset dan CCTV di 13 KUA Kecamatan


Sampit (Inmas) Sebanyak 13 mesin finger print dibagikan kepada 13 Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan yang ada di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur. Pembagian alat rekam sidik jari absensi ASN itu dilakukan di aula Kankemenag Kotim oleh Kasi Bimas Islam, H Sublianur S.Ag baru-baru ini.
Dalam sambutan, H Sublianur meminta seluru ASN di KUA terus meningkatkan kedisiplinan kehadiran.
“Dengan adanya mesin finger print yang dibagi jangan sampai mengekang para pegawai, tapi justru mempermudah dalam merekap dan mengakomodir data kehadiran,” paparnya saat mewakili Kepala Kemenag H Samsudin, S.Pd.I.
Selain membagikan mesin finger,  juga dibagikan mesin genset dan kamera cctv untuk mendukung keberadaan mesin absesi elektronik tersebut.
“Untuk pelaksanaan teknis absennya nanti akan dijelaskan oleh kepegawaian, sedang pemasangan kamera nantinya ada teknisi yang ditunjuk,” imbuh Subli sapaan akrabnya.
Kepala KUA Kecamatan Mentaya Hulu, Junaidi SHI merespon positif absensi sidik jari itu, kendati ia mengaku harus beradaptasi karena baru pertama dilakukan di KUA.
“Karena sudah sesuai PMA yang telah ditetapkan maka kita akan laksanakan sesuai dengan ketentuan, jika nanti ada masalah dalam pelaksanaannya kita akan sampaikan dan koordinasikan dengan Bimas Islam,” terangnya.
Absensi elektronik yang diberlakukan kepada 43 orang di KUA akan dimulai Agustus sebagai penunjang bukti kehadiran para ASN (yon efendi)
 
Sumber : http://kalteng.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=279297 

Senin, 08 Juni 2015

Ahmad Mulyadi, Bawa KUA Parenggean Jadi KUA Teladan

  KuaKecmatanParenggean| Sabtu, 06 Juni 2015 - 12:53:42 WIB | 
Sampit (Inmas) Rabu, (27/5) malam menjadi hari istimewa bagi Ahmad Mulyadi SHI. Hari itu sekitar pukul 21.30 Wib, pria kelahiran Banjarmasin 3 Mei 1981 ini dinobatkan sebagai kepala KUA kecamatan teladan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2015.
Penganugerahan kepala KUA kecamatan teladan dilaksanakan di aula Hotel Fairuz Palangka Raya dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H abdu Halim H Ahmad, Lc, MM dan istri Ny Hj. Khatmah serta sejumlah pejabat eselon III dan eselon IV serta seluruh kepala KUAkecamatan se-Kalteng yang mengikuti ajang pemilihan KUA kecamatan teladan tahun 2015.
Penganugerahan Kepala KUA Kecamatan Parenggean, Kabuptaen Kotim ini menjadi kepala KUA kecamatan teladan juga disaksikan para delegasi pemilihan keluarga sakinah teladan tingkat Provinsi Kalteng tahun 2015.
Dengan dinobatkannya Mulyadi, sapaaan akrab alumni fakultas Syariah IAINBanjarmasin ini sebagai kepala KUA teladan tingkat provinsi, maka ia berhak mewakili Bumi Tambun Bungai diajang pemilihan KUA teladan tingkat nasional pada Juni mendatang.
Berdasarkan wawancara singkat tim Inmas Kementerian Agama Kabupaten Kotim dengan Ahmad Mulyadi terkait strategi memenagi pemilihan KUA kecamatan teladan, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Asad Ilmi dan Hj. Maslianah menuturkan, kedisiplinan dan kerja keras menjadi modal penting mengantarkan KUA Kecamatan Parenggean menjadi KUA teladan tingkat provinsi.
Dikatakannya, sejak kecil ia di didik kedua orang tuannya untuk mentradisikan sikap disiplin dalam hidupnya. Selain itu ia juga dididik untuk mandiri dan bekerja keras.
“Mungkin karena profesi kedua orang tua kami adalah pedagang, maka kami dilatih untuk disiplin, terutama disiplin bangun pagi. Selain itu kita terus dilatih untuk mandiri dan bekerja keras,” tutur pria yang telah dikaruniai dua orang putra yakni Nayla Asfia dan Najmi Juhairi ini.
Rupanya kedisiplinan, kemandirian dan kerja keras terus mendarah daging pada diri Ahmad Muliyadi hingga ia diterima menjadi PNS/ASNKementerian Agama di Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2008 silam.
Karir perdana yang dijalani Ahmad Muliyadi di instansi bermotto iklas beramal ini adalah sebagai penghulu fungsional pada KUA Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim.
Kurang lebih dua tahun, Ahmad Muliyadi mengabdi di kecamatan paling ujung di Kabupaten Kotim itu. Selama menjalankan tugas negara di daerah Ujung Pandaran, Mulyadi senantiasa didampingi istri tercinta Sofia Hidayati.
Berkat kedisiplinan, kemandirian, dan kerja keras serta didukung sikapnya yang ramah dalam melayani masyarkat, akhirnya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotim H Samsuddin S.Pd.I mempromosikannya sebagai Kepala KUA Kecamatan Mentaya Hulu (Kuayan) pada tahun 2010.
“Sebagai abdi negara kita memang harus siap ditugaskan dimanapun dan dalam kondisi apapun. Kita tidak boleh mengeluh dimanapun kita ditugaskan, syukuri dan jalani dengan baik. Insyaallah ada hikmahnya,” ucap Muliyadi.
Diakuinya, ketika dilantik menjadi kepala KUA Kecamatan Mentaya Hulu, ia merasa berat karena harus berpisah dengan warga Ujung Pandaran. Ia merasa sudah menjadi bagian dari warga di kecamatan itu.
“Ya memang pertama terasa berat harus berpisah dengan warga Ujung Pandaran, karena kita sudah terlanjur dekat. Kita sering terlibat langsung dalam pelbagai kegiatan kemasyarakatan di sana. Mungkin itulah yang membuat kita menjadi akrab,” ucapnya.
Ditempat tugas yang baru, semangat untuk terus berkarya, mengabdi dengan setulus hati terus berkobar pada diri Ahmad Muliyadi. Tradisi kedisplinan, kerja keras dan kemandirian ia tanamkan kepada beberapa aparatur di KUA yang baru.  
Karena prestasinya dinilai baik, kemudian pada September 2013, ia kembali diberi amanah oleh Kepala Kemenag Kotim untuk memimpin KUAKecamatan Parenggean.
“Ketika dimutasi bersama beberapa kepala KUA yang lain, saya anggap amanah ini merupakan tantangan dari pimpinan yang harus dibuktikan dengan kerja keras dan prestasi. Karena itu sejak dimutasi, saya bertekad membawa KUA Kecamatan Parenggean menjadi KUAteladan,” ucapnya.
Keinginannya menjadikan KUA Kecamatan Parenggean menjadi KUA percontohan, tidak sebatas angan-angan. Ia bersama beberapa stafnya terus bekerja keras memperbaiki manajemen dan pelayanan di KUA itu.
Pelbagai kemajuan zaman termasuk informasi dan teknologi, ia manfaatkan untuk mendongkrak kualitas layanan KUA Parenggean kepada masyarakat.
Walhasil, kecanggihan teknologi yang ia terapkan di kantornya, membuat KUA yang dipimpinnya dinobatkan menjadi KUA terbaik ditingkat Kabupaten Kotim dan ditunjuk menjadi wakil Kabupaten Kotim dalam ajang pemilihan KUA teladan tingkat provinsi.
“Alhamdulillah berkat kerja keras, kedisiplinan dan tanggungjawab semua aparatur di KUA Kecamatan Parenggean dan didukung oleh pimpinan di Kemenag Kotim, akhirnya kita dinobatkan sebagai KUA teladan tingkat provinsi pada 27 Mei 2015 lalu,” ucapnya.
Diakuinya, kesuksesan KUA Kecamatan Parenggean menjadi KUA teladan berkat kerja keras dan kerjasama semua pihak di KUAkecamatan dan dukungan Kemenag Kotim. Ia mampu membawa seluruh aparatur di KUA Kecamatan Parenggean untuk bergandengan tangan, bahu membahu membangun dan memperbaiki manajemen dan pelayanan di KUA melalui pendekatan persuasif. Karena menurutnya menjadi pemimpin tidak harus otoriter, sebab pemimpin otoriter tidak jarang justru malah dijauhi bawahan.
“Alhamdulillah berkat kerjasama kita di KUA Kecamatan Parenggean dan dukungan teman-teman sesama kepala KUA serta pimpinan di Kemenag Kotim, kita berhasil meraih predikat KUA teladan. Dan isnyaallah kita akan terus berbenah agar KUA kita bisa menjadi KUA teladan tingkat nasional,” pungkas pria yang memiliki hobi membaca ini. (huda)
 
Sumber : http://kalteng.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=265500 

Kamis, 28 Mei 2015

Kotim Raih KUA Teladan, Kobar KS Teladan

Kamis, 28 Mei 2015, 07:36

Palangka Raya (Inmas) Pemilihan KUA kecamatan teladan dan keluarga sakinah (KS) teladan tingkat provinsi Kalimantan Tengah tahun 2015 akhirnya mendapatkan hasil. Peserta dari kabupaten Kotawaringin Timur merebut gelar juara I KUA teladan, sementara peserta dari Kotawaringin Barat berhasil meraih gelar keluarga sakinah teladan.
Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah H. Sufiani mengatakan, berdasarkan hasil penilian tim juri, pada kategori KUA kecamatan teladan gelar juara pertama diraih oleh KUA kecamatan Parenggean kabupaten Kotawaringin Timur yang dipimpin oleh Ahmad Mulyadi, S.HI, juara kedua KUA kecamatan Kumai kabupaten Kotawaringin Barat dengan Abdul Azim, S.HI sebagai Kepala KUA-nya, dan juara ketiga Drs. Rizali Anwar dari KUA kecamatan Bulik kabupaten Lamandau.
Sedangkan untuk pemenang keluarga sakinah teladan, juara pertama pasangan Hj. Bandiah dan H. Sukarni utusan dari kabupaten Kotawaringin Barat, juara kedua pasangan Hj. Mutmainnah, S.Pd.I dan Drs. H. Irian Noor utusan dari kota Palangka Raya dan juara ketiga pasangan Hj. Ismiyati dan H. Supriyatna, MM utusan dari kabupaten Barito Timur.
“Pemenang dari pemilihan KUA kecamatan dan keluarga sakinah teladan ini akan mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional di Jakarta pada bulan Agustus serta berkesempatan beraudiensi bersama Presiden RI Ir. H. Joko Widodo,” ujar H. Sufiani, Rabu malam (27/5).
Penyerahan piala bagi para pemenang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Kalimantan Tengah H. Abdul Halim H. Ahmad, Lc., MM didampingi Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam serta ketua dewan juri. (Junaidi)